KOTABARU | jendelakita. Click | – Mobil ambulance dan Siaga desa Cikampek Utara menjadi sorotan di media sosial setelah diketahui tidak membayar pajak. Supir ambulance, “A, mengakui bahwa ia tidak paham tentang masalah pajak tersebut.
“Saya juga tidak tahu, Pak. Sudah beberapa kali saya bilang ke pihak desa,waktu belum adanya pilkades tapi tidak ada tanggapan,” tutur A saat dihubungi awak media.
Penegoran lisan dari kepala desa defenitif, Umar, membuat A semakin tertekan. “Pak Umar bilang, ‘A, kamu harus siap-siap, mobil ambulance dan mobil siaga tidak bayar pajak, nanti ada konsekuensinya. Kamu harus bertanggung jawab’,” kata A menirukan penegoran kepala desa.
A mengaku tidak tahu apa yang harus dilakukan. “Saya hanya supir, Pak. Saya tidak paham tentang pajak. Yang penting mobil ambulance bisa jalan, biar warga bisa terlayani,” tuturnya.
Kepala desa defenitif, Umar, belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Mobil ambulance dan siaga desa Cikampek Utara memang sangat dibutuhkan oleh warga, terutama untuk mengantar pasien ke rumah sakit. Namun, masalah pajak ini harus segera diselesaikan agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
( M D, Ajp)




