spot_img
spot_img
Kamis, Maret 26, 2026
Uncategorized“Luar Biasa! Dari Lapas Garut, Produk Sabut Kelapa Warga Binaan Mendunia hingga...

“Luar Biasa! Dari Lapas Garut, Produk Sabut Kelapa Warga Binaan Mendunia hingga Korea–Jepang”

spot_img

GARUT | JENDELAKITA.CLICK — Program pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan sabut kelapa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut terus menunjukkan prestasi membanggakan. Produk olahan berupa coir net dan coco shade kini tidak hanya diproduksi di Lapas Garut, tetapi telah berkembang ke enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat (04/12/25).

 

Perkembangan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat sebagai bentuk komitmen dalam menggerakkan UMKM warga binaan.

 

Dalam kunjungan ke Lapas Garut, disampaikan bahwa warga binaan yang terlibat dalam produksi bukanlah penjahat, tetapi orang-orang yang dapat dibina dan diberi kesempatan memperbaiki diri. Pemberdayaan ini dinilai sebagai upaya nyata pembinaan yang lebih manusiawi.

 

Dari Garut ke Cirebon hingga Kuningan

 

Berbekal dukungan kuat dari Kakanwil, pengolahan sabut kelapa kini telah diperluas ke enam UPT lainnya, yaitu:

 

Lapas Kelas I Cirebon

 

LPN Kelas IIA Cirebon

 

Lapas Indramayu

 

Lapas Ciamis

 

Lapas Sumedang

 

Lapas Kuningan

 

Perluasan ini menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu pusat produksi coir net dan coco shade terbesar di lingkungan pemasyarakatan Indonesia.

 

Rutin Ekspor ke Spanyol hingga Jepang

 

Produk warga binaan kini rutin diekspor ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Spanyol, Amerika Serikat, dan Jepang. Di Lapas Garut saja, kegiatan ekspor dilakukan dua kali setiap bulan dengan nilai sekitar Rp400 juta per pengiriman.

 

Jika ditotal, nilai ekspor mencapai sekitar Rp800 juta per bulan.

 

Wujud Nyata Dukungan Program Nasional

 

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Kakanwil Pemasyarakatan Jawa Barat dalam mendukung Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga menerima upah dan tambahan remisi sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik.

 

Keberhasilan ini menjadikan Jawa Barat sebagai contoh nasional dalam implementasi pembinaan yang produktif, modern, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Nasional

Top News

Umar Ungkap Soal Tuntutan Perubahan Birokrasi Desa Cikampek Utara 

Karawang | Jendelakita.click | Kepala Desa atau Kades Cikampek...

Pelaksanaan MBG di Karawang Dinilai Belum Menyentuh Ekonomi Rakyat Secara Maksimal

Karawang | Jendelakita. Click |— Ikatan Wartawan Online Indonesia...

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

Bekasi | JendelaKita.Click | – Ikatan Wartawan Online Indonesia...

Libur Lebaran 2026, Wonderland Waterpark Galuh Mas Jadi Destinasi Favorit Keluarga di Karawang

KARAWANG – Berlokasi strategis di kawasan pusat kota Galuh...

Ketua PAC PDI Perjuangan Kotabaru: Hari Raya Idul Fitri Refleksi Kembali kepada Fitrah

Karawang | Jendelakita.click | Ketua PAC Partai Demokrasi Indonesia...
spot_imgspot_img

Berita Populer

Indeks

Umar Ungkap Soal Tuntutan Perubahan Birokrasi Desa Cikampek Utara 

Karawang | Jendelakita.click | Kepala Desa atau Kades Cikampek...

Pelaksanaan MBG di Karawang Dinilai Belum Menyentuh Ekonomi Rakyat Secara Maksimal

Karawang | Jendelakita. Click |— Ikatan Wartawan Online Indonesia...

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

Bekasi | JendelaKita.Click | – Ikatan Wartawan Online Indonesia...

Libur Lebaran 2026, Wonderland Waterpark Galuh Mas Jadi Destinasi Favorit Keluarga di Karawang

KARAWANG – Berlokasi strategis di kawasan pusat kota Galuh...

Ketua PAC PDI Perjuangan Kotabaru: Hari Raya Idul Fitri Refleksi Kembali kepada Fitrah

Karawang | Jendelakita.click | Ketua PAC Partai Demokrasi Indonesia...
spot_imgspot_img